Bikini - Data sementara yang dilansir Palang Merah Indonesia mencatat setidaknya 12 ribu warga harus diungsikan akibat letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara.
Berdasarkan data sementara dari tim Satgana PMI, sedikitnya 12 ribu warga dari tiga kecamatan dan 14 desa yang terpaksa mengungsi akibat letusan Gunung Sinabung," kata Muhammad Irsal, personel Satgana PMI Provinsi Sumatera Utara ketika dihubungi dari Jakarta, Minggu (29/8).
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo menyemburkan asap tebal dan debu vulkanik sejak Jumat (27/8) malam. Sejak saat itu pula PMI Provinsi Sumatra Utara telah mengerahkan lima personel Satgana (Satuan Penanganan Bencana) ke lokasi bencana.
Muhammad Irsal merupakan salah seorang personel Satgana yang saat ini bertugas siaga di lokasi di Desa Sigaranggarang, Gunung Sinabung. Lebih lanjut Irsal menyebutkan, beberapa lokasi yang terkena dampak letusan, di antaranya Kecamatan Namanparang, Desa Bekerah, Simacan, Suka Nalau, Sigaranggarang, Kota Gunung, Kuta Rakyat, dan Kota Bayakan.
Selain itu juga Kecamatan Payung, Desa Sukameria dan Desa Selandi, serta Kecamatan Tiga Nerkan, Desa Mardinding, Kutambaru, dan Desa Terdaji pun terkena dampak letusan Gunung Sinabung.
Dalam proses evakuasi warga, PMI bergabung dengan tim dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), pemerintah setempat, Dinas Sosial dan Dinas
Kesehatan.
Irsal juga menjelaskan bahwa lokasi di sekitar kaki Gunung Sinabung sekarang sudah steril. "Lokasi sudah kosong, seluruh warga sudah mengungsi ke tempat aman," ucapnya. Warga telah diungsikan ke Pendopo Kabanjahe dan Jamburligit, kata Irsal.
Sejak Gunung Sinabung di Kabupaten Karo menyemburkan asap tebal dan debu vulkanik, PMI Provinsi Sumatera Utara telah mengerahkan 5 personil Satgananya ke lokasi di Gunung Sinabung sejak Jumat malam. Kemudian secara berkala petugas memantau beberapa desa yang letaknya di kaki gunung yang sedang "murka" itu.
Berdasarkan data sementara dari tim Satgana PMI, sedikitnya 12 ribu warga dari tiga kecamatan dan 14 desa yang terpaksa mengungsi akibat letusan Gunung Sinabung," kata Muhammad Irsal, personel Satgana PMI Provinsi Sumatera Utara ketika dihubungi dari Jakarta, Minggu (29/8).
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo menyemburkan asap tebal dan debu vulkanik sejak Jumat (27/8) malam. Sejak saat itu pula PMI Provinsi Sumatra Utara telah mengerahkan lima personel Satgana (Satuan Penanganan Bencana) ke lokasi bencana.
Muhammad Irsal merupakan salah seorang personel Satgana yang saat ini bertugas siaga di lokasi di Desa Sigaranggarang, Gunung Sinabung. Lebih lanjut Irsal menyebutkan, beberapa lokasi yang terkena dampak letusan, di antaranya Kecamatan Namanparang, Desa Bekerah, Simacan, Suka Nalau, Sigaranggarang, Kota Gunung, Kuta Rakyat, dan Kota Bayakan.
Selain itu juga Kecamatan Payung, Desa Sukameria dan Desa Selandi, serta Kecamatan Tiga Nerkan, Desa Mardinding, Kutambaru, dan Desa Terdaji pun terkena dampak letusan Gunung Sinabung.
Dalam proses evakuasi warga, PMI bergabung dengan tim dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), pemerintah setempat, Dinas Sosial dan Dinas
Kesehatan.
Irsal juga menjelaskan bahwa lokasi di sekitar kaki Gunung Sinabung sekarang sudah steril. "Lokasi sudah kosong, seluruh warga sudah mengungsi ke tempat aman," ucapnya. Warga telah diungsikan ke Pendopo Kabanjahe dan Jamburligit, kata Irsal.
Sejak Gunung Sinabung di Kabupaten Karo menyemburkan asap tebal dan debu vulkanik, PMI Provinsi Sumatera Utara telah mengerahkan 5 personil Satgananya ke lokasi di Gunung Sinabung sejak Jumat malam. Kemudian secara berkala petugas memantau beberapa desa yang letaknya di kaki gunung yang sedang "murka" itu.
No comments:
Post a Comment